Tag Archives: Sekolah Balet di BSD

Mitos yang beredar dalam tarian balet

YXGK Ballet Studio BSD : Balet Bukan Cuma Untuk Wanita

Sejak dibawa oleh bangsa Belanda ke Nusantara, perkembangan tarian balet saat ini semakin berkembanga dengan pesat. Bermula tahun 1929, Anna Pavlova mulai memasyarakatkan balet di Indonesia. Pavlova mulai menggelar pertunjukan di Bandung, Semarang, dan Surabaya. Repertoar ‘The Magic Flute’, ‘Snowflakes’, dan ‘Divertissements’ merupakan karya-karya yang dibawakan Anna Pavlova kala itu.

Memasuki pertengahan tahun 30-an, Dandré-Levitoff Russian Ballet datang ke Indonesia untuk melakukan pertunjukan di Batavia, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Selepas pentas yang dilakoni oleh grup balet asal Rusia tersebut digelar, minat masyarakat terhadap balet sepertinya terlihat makin tinggi. Sejak itulah orang-orang Belanda yang menguasai balet mulai membuka akademi tari balet pertama di tanah air.

Adalah sosok Farida Oetoyo, Nany Loebis, dan Julianti Parani yang sukses mengembangkan sayap balet di tanah air pasca Indonesia menyatakan kemerdekaan. Kemudian wanta-wanita tersebut mendirikan akademi balet di Indonesia dan terus memasyarakatkan tarian yang terkenal anggun ini sampai sekarang.

Balet Untuk Wanita? Itu Mitos!

Balet tidak hanya untuk wanita saja

Balet tidak hanya untuk wanita saja

Saat saya menyebutkn kata balet, kira-kira apa yang anda bayangkan? Sudah pasti wanita  dengan dengan kostum ketat serta rok tutu berwarna feminim, berjinjit melompat dan berputar dengan gemulai bukan? Benarkah? Well, sepertinya tidak sepenuhnya salah juga namun tidak sepenuhnya juga benar.

Stereotip semacam ini tentang balet memang sudah sangat lumrah terutama di negara-negara asia dengan segala ketimuran nya. Masih banyak sekali orang yang menganggap bahwa balet merupakan tarian khusus wanita. Bahkan masih banyak  juga yang menganggap bahwa pria itu seperti banci jika menari, tidak jantan dan sebagainya.

Kenyataan yang berbandinga terbalik di belahan barat dunia sana. Orang-orang barat (khususnya eropa) justru bangga jika anak lelaki mereka bercita-cita sebagai penari balet dan mendukungnya. Inilah yang menjadi fokus dari YXGK Ballet Studio BSD, kami bercita-cita untuk mengubah citra balet di mata masyarakat Indonesia.

Mitos Keliru Tentang Menari Balet

Mitos yang beredar dalam tarian balet

Mitos yang beredar dalam tarian balet

Mempelajari balet memiliki banyak manfaat baik bagi anak-anak maupun orang dewasa. Namun memang akan lebih terasa manfaatnya jika kita mempelajarinya sejak dini. Namun dari sekian banyak manfaat balet, ternyata stereotip balet identik dengan gemulai masih saja terparkir di pikiran masyarakat Indonesia.

Balet khusus untuk wanita, lelaki tidak boleh balet, bla bla bla dan semacamnya. Isu gender semacam ini memang bukan yang pertama kalinya mengidap pemikiran orang-orang Indonesia. Sebelum jaman emansipasi wanita pun, wanita banyak yang tidak dperbolehkan untuk belajar di sekolah.

Ya situasi ini ternyata tidak jauh dengan situasi bagaimana masyarakat menilai balet. Pria yang menari balet kerap dianggap sebagai banci karena melakukan gerakan-gerakan gemulai khas tarian balet. Namun pada kenyataannya, ternyata kehadiran pria pada tarian balet ternyata sangat penting. Karena untuk menopang tubuh wanita keatas, diperlukan sosok lelaki yang cukup kuat.

Berarti terbukti sudah bahwa citra balet yang identik dengan perempuan ternyata hanyalah mitos belaka. Selain stereotip bahwa pria menari balet merupakan pria yang tidak jantan atau banci, ternyata masih ada jua mitos-mitos tentang tarian balet lainnya.

Berikut adalah mitos yang keliru tentang balet di mata masyarakat:

  • Tarian balet hanya boleh dilakukan anak-anak (Mitos, faktanya penari balet profesional justru banyak orang dewasa)
  • Hanya wanita yang boleh menari balet (Mitos, sudah dijelaskan di atas)
  • Orang gemuk tidak bisa balet (Mitos, faktanya dengan latihan rutin justru balet bisa membuat orang gemuk jadi kurus)
  • Balet membuat kaki tidak lurus (Mitos)
  • Tarian balet itu-itu saja (Mitos)
  • Pertunjukan balet boring (Mitos, tergantung yang tampil dan tergantung siapa yang menonton)
  • Kelas balet mahal (Mitos, masih ada beberapa tempat penyedia jasa sekolah balet murah semacam YXGK Balet Studio BSD, Tangerang Selatan)